Pertahankan 5 Jenis Ubijalar dari Kepunahan

Lima Jenis Umbi Ubijalar; Doc. SP

Oleh: Stefanus Pigai


Deiyai, Kaganepai -- Ubijalar (Ipomoea batatas L.Lam) adalah salah satu tanaman yang biasanya menanam di kebun menggunakan alat praga tradisional atau menggunakan sikop. Selain menanam di kebun, bibit Ubijalar juga bisa menjadikan perhiasan di pekarangan rumah, seperti biasanya mengisi sebagian tanah berpasir di dalam pot lalu tancapkan stek batang Ubijalarnya.

Tanaman ini memiliki banyaknya daun memiliki batang berbentuk bulat dan bentuk umbinya bermacam-macam, seperti; berbentuk lonjong, bulat, dan terbentuk sesuai kondisi lahan di sekitaran pertumbuhan umbinya. Warna umbi pada tanaman ini ialah bermacam-macam, seperti; warna putih, kuning, ungu, dan warna lainnya. Biasanya, bibit yang digunakan untuk menanam di kebun atau pekarangan rumah adalah; stek batang dan stek umbinya.

Bagian yang dikonsumsi yaitu umbi dan daun, di daerah pegunungan Papua, Ubijalar adalah makanan pokok ketimbang daerah-daerah yang lebih maju, seperti Amerika Selatan, Afrika, dan daerah lain yang disebut tanaman ini lebih menonjol. Mengapa negara-negara maju menuangkan gagasannya tentang Ubijalar? Berikut kita simak asal usul Ubijalarnya.

Dilansir Wikipedia.org; "diduga Ubijalar berasal dari benua Amerika, para ahli botani dan pertanian memperkirakan daerah asal tanaman Ubijalar adalah Selandia Baru, Polinesia, dan Amerika bagian tengah. Nikolai Ivanovich Vavilofic Vavilov seorang ahli botani Soviet memastikan bahwa daerah sentrum primer asal tanaman Ubijalar adalah Amerika Tengah. Ubijalar mulai menyebar ke seluruh dunia terutama daerah-daerah beriklim tropis pada abad ke-16. Orang-orang Spanyol menyebarkan Ubi Jalar ke kawasan Asia, terutama ke Filipina, Jepang, dan Indonesia.

Ubijalar berasal dari daerah beriklim tropis seperti wilayah Amerika Selatan dan Papua, yang saat ini masih di perdebatkan kalangan yang tidak menyetujui asal usul Ubijalar, bahwa, orang Indian telah berlayar menuju ke barat melalui Samudra Pasifik dan membantu menyebarkan Ubijalar ke Asia pendapat ini banyak bertentangan karena fakta-fakta klimatologi dan antropologi belum terbukti."

Sehingga tanaman Ubijalar menjadi polemik bagi kalangan peneliti. Semua artikel di media, masing-masing penemu menemukan gagasannya tentang asal usul Ubijalar. Ada teori yang menyatakan tanaman ini berasal dari Amerika Selatan, adapulah bibit umbian hanyut sampai ke Pasifik dan juga tanaman ini juga berasal dari Papua. Sampai saat ini belum ada titik temunya. Sekarang, mengulas kembali asal usul serta makanan pokok bagi masing-masing sukunya.

Papua mempunyai tujuh wilayah adat, diantaranya: Mamta, Saireri, Domberai, Bomberai, Meepago, Lapago, dan Haanim. Ketujuh wilayah itu mempunyai warisan budaya dan tatanan hidup yang berbeda tetapi Rasnya sama, kehidupan mereka berpatu pada leluhurnya seperti bercocok tanam tanaman yang sudah diwariskan para leluhur mereka sehingga kebutuhan dalam keluarganya tercukupi.

Melihat latar belakang kehidupan masyarakat yang sudah lama hidup di bagian pegunungan Papua, seperti di Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Timika, Lanny Jaya, Puncak Papua, Yalimo, Yahukimo, Wamena, Memberamo Tengah, Nduga, Tolikara, dan Pegunungan Bintang. Daerah-daerah inikan masyarakatnya mengutamakan Ubijalar sebagai makanan pokok, ketimbang mereka yang hidup di daerah pesisir pantai Papua yang biasanya mengonsumsi sagu dan singkong sebagai makanan pokok.

Nah sekarang, beberapa jenis Ubijalar seperti Kadaka, Abenota, Dauwagu, Kapoubo, Puyubugi, Uyuboda, Keba, dan beberapa jenis Ubijalar lainnya sudah mulai menghilang. Apa faktor penyebab dari kehilangan Ubijalar tersebut, berikut hasil pengamatan penulis saat meneliti masalah dan dijadikan sebagai judul proposal penelitian; Morfologi Ubijalar (Ipomoea batatas L.Lam) di Kampung Digibagata Distrik Tigi Barat Kabupaten Deiyai, Papua.

Papua dikenal merupakan pusat keragaman sekunder Ubijalar. Berbagai jenis Ubijalar dengan keragaman morfologi yang luas telah dilaporkan oleh Yen (1974) dan beberapa peneliti lainnya. Selain Ubijalar lokal Papua, beberapa kultivar Ubijalar telah diintroduksi dan dibudidayakan di wilayah pegunungan Papua. Pada umumnya, kultivar Ubijalar introduksi yang budidayakan merupakan kultivar elit dengan daya hasil tinggi (Jusuf et al.,2007).

Karakterisasi morfologi digunakan untuk berbagai tujuan antara lain; identifikasi duplikat, mengamati pola keragaman genetik dan hubungannya dengan karakter agronomi (CIAT, 1993 dalam Karuril et al., 2010). Karakterisasi morfologi telah dilakukan pada lebih dari ratusan aksesi Ubijalar oleh Pusat Penelitian ubi-ubian dan sagu Universitas Papua.

Namun masih banyak pula kultivar Ubijalar lokal Papua yang belum diteliti karakter morfologinya, agronomi nutrisi maupun karakter-karakter lainnya. Disisi lain, aksesi yang memberikan hasil tinggi dan kualitas baik merupakan sumber daya genetik penting yang harus dipertahankan sebagai sumber koleksi untuk kepentingan produksi Ubijalar. Dengan demikian, karakterisasi baik secara morfologi maupun agronomi perlu dilakukan.

Kondisi dimana inpor beras mengalami kendala, maka pemanfaatan pangan lokal sangat diperlukan sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan. Beberapa lokasi, peran Ubijalar sangat strategis, baik dari aspek ekologi maupun sosial ekonomi. Selain Ubijalar, secara ekologis sangat sedikit tanaman pangan introduksi yang mampu beradaptasi dan berproduksi dengan baik dengan teknologi sederhana pada dataran rendah maupun dataran tinggi di Papua.

Daerah pegunungan Papua adalah mayoritas penduduknya petani, yang mengandalkan ubi-ubian terutama Ubijalar sebagai makanan pokok. Dengan kondisi wilayah yang sangat minim terjangkau oleh pembangunan dan terisolasi, maka diperkirakan sejumlah tanaman pokok lokal termasuk beragam aksesi Ubijalar masih terdapat di dataran tinggi.

Salah satu upaya untuk mempertahankan dan menyelamatkan aksesi Ubijalar yang tersebar di daerah pegunungan Papua adalah dengan melakukan karakterisasi dan konservasi. Karakterisasi perlu dilakukan untuk mendapatkan data variasi karakter yang ditampilkan yang bermanfaat sebagai informasi dalam menentukan kekerabatan antar aksesi dan untuk menghindari duplikasinya.

Pengulasan ini bertujuan untuk bagaimana mempertahankan jumlah aksesi jenis-jenis Ubijalar yang sudah mulai punah dan karakteristik morfologi dari aksesi Ubijalar yang diperolehnya. Sehingga, diharapkan dapat menyelamatkan aksesi jenis-jenis Ubijalar yang masih dijumpai di daerah pegunungan Papua sebagai sumber koleksi plasma nutva bagi program pemuliaan Ubijalar.
 

Editor: Admin Kaganepai

Tidak ada komentar